Perbedaan Tugas Manejemen dan Personalia

Perbedaan Tugas Manejemen dan Personalia untuk menghandel  sebuah perusahaan. Untuk mengendalikan dan memotivasi karyawan seorang manajer perlu melakukan hal yang terbaik. Para ahli memiliki pendapat yang berbeda mengenai metode mana yang terbaik untuk mendorong karyawan melakukan tugasnya.

Manajemen dan Personalia

Fokus utama masing-masing manajemen dan personalia, adalah berpusat pada pengerjaan tugas dan personil. Kami akan menganalisis kedua faktor ini dengan mengacu pada manajer, karyawan, dan tempat kerja secara keseluruhan. Manajer juga bertanggung jawab untuk mengendalikan karyawan, membagi-bagikan tugas, dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar dalam mengelola bisnis.

Manajemen tugas

Teknik pengelolaan tugas ini difokuskan pada bagaimana cara manajer mengendalikan karyawan mereka dan mengkoordinasikan tugas dalam produksi dalam bisnis. Teknik ini menempatkan penekanan pada penyelesaian tugas tanpa mempertimbangkan orang-orang yang melaksanakan tersebut.

Faktor-faktor yang akan dihadapi manajer dari sisi teknis, meliputi hal-hal berikut;

  • distribusi tugas karyawan
  • rekrutmen
  • analisis pekerjaan
  • evaluasi pekerjaan
  • administrasi penggajian
  • penilaian kinerja
  • administrasi pelatihan
  • tingkat produktivitas
  • pembukuan keuangan
  • dan tugas terkait lainnya.

Seorang manajer tidak dapat melaksanakan semua tugas tersebut. karena itulah manajer perlu mendelegasikan tugas ini kepada karyawan. Manajemen yang berorientasi pada tugas sering melibatkan pemberian insentif kepada karyawan dengan sarana keuangan.

Manajemen Personalia

Teknik pengelolaan personel juga dikenal sebagai teknik sumber daya manusia. Ini mengacu pada bagaimana cara manajer mengendalikan aspek dalam berbisnis. Teknik ini juga menekankan pada interaksi pribadi dengan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan yang sama.

Manajer yang terlibat dalam aspek bisnis biasanya akan menghadapi beberapa orientasi tugas serta aspek lain seperti;

  • kepemimpinan
  • motivasi
  • pengembangan budaya organisasi
  • dan komunikasi

Perbedaan dalam Pendekatan

Kedua teknik ini juga berbeda dalam pendekatan sifat dan aplikasinya. Pendekatan manajemen tugas terutama berkaitan dengan penetapan peraturan, kebijakan, prosedur, kontrak, dan penerapan kontrak dan pedoman karyawan secara ketat.

Manajemen personalia cenderung dipisahkan dari peraturan yang ada. Ini bertujuan untuk bekerja dengan kebijakan itikad baik dengan pegawainya. Perbedaan pendekatan ini disorot saat menganalisis motivasi karyawan. Manajemen tugas tidak banyak memberikan perhatian untuk memotivasi karyawan, sementara manajemen personalia berusaha untuk memotivasi karyawan melalui;

  • bonus
  • penghargaan
  • acara sosial
  • keselamatan kerja dll.

Perbedaan sifat

Pengelolaan tugas bersifat reaktif, sedangkan manajemen personalia lebih proaktif. Manajemen tugas juga cenderung menghindari aktivitas organisasi inti. Ini berfungsi secara independen, misalnya seorang manajer memberi satu tugas satu karyawan untuk diselesaikan. Tugas ini seringkali sesuatu hal kecil, yang akan berkontribusi pada keseluruhan proses produksi namun tidak secara langsung mempengaruhi penampilan luar suatu bisnis tersebut.

Manajer sering menunggu kesalahan yang terjadi dan kemudian memperbaikinya melalui metode yang kuat seperti menegur karyawan atau memotong gaji mereka.

Sedangkan manajemen personalia lebih terintegrasi dengan kegiatan usaha. Cara ini bertujuan untuk bekerja sama dengan karyawan, mendorong mereka, dan membantu mereka dalam memperbaiki kesalahan sebelum itu dibuat.

Pelaksanaan tugas manajemen tidak melibatkan manajer senior. Karyawan tidak terkait dengan proses dalam inti bisnis, dan karyawan hanya termotivasi oleh uang. Satu-satunya cara untuk mendapatkan perhatian para manajer selama  adany keluhan adalah melalui tindakan tawar menawar, perundingan bersama dan aksi serikat pekerja secara kolektif.

Manajer mengharapkan karyawan bertindak sebagai mesin yang melakukan tugas yang diberikan tanpa mempertanyakannya. Mereka mengharapkan tenggat waktu yang harus dipenuhi dan hasil maksimal yang ingin dicapai. Manajemen personalia sering melibatkan manajer lini, manajer senior dan departemen sumber daya manusia.

Keuntungan

Ada kelebihan dan kekurangan dalam kedua teknik tersebut. Kelebihan dari manajemen tugas adalah bahwa ini cara yang efektif. Misalnya, bisnis tidak perlu membuang waktu berdebat dan meminta pendapat karyawan agar bisa mengambil keputusan.

Manajer adalah tokoh berwibawa yang memilikiki keputusan, dan karyawan diharapkan untuk bisa melaksanakan keputusan ini sesuai instruksi yang diberikan. Bisnis dapat menghemat uang dengan tidak harus mempekerjakan spesialis untuk menerapkan program jenis sumber daya manusia.

Keunggulan manajemen personalia adalah bahwa karyawan memiliki semangat kerja yang meningkat sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lebih efektif. Hal ini disebabkan karena manajemen terlibat secara pribadi dalam kehidupan dan emosi karyawan. Agar karyawan menjadi termotivasi untuk bertindak karena manajemen memberi mereka lebih banyak tanggung jawab dan memberikan kepercayaan pada mereka.

Apa Kekurangan Manajemen dan Pearsonalia didalam Perusahaan?

Manajer perlu berurusan dengan serikat pekerja selama masa pengaduan. Proses ini menghabiskan biaya dan menghabiskan waktu, sehingga selama periode tersebut bisnis akan secara dramatis menderita secara finansial.

Kelemahan manajemen dan personalia adalah memakan waktu yang cukup lama. Sedangkan manajer tidak dapat membuat keputusan tanpa mempertimbangkan perasaan dan pendapat karyawan mereka. Karyawan mungkin menjadi frustrasi dengan pemantauan terus-menerus oleh para manajer.